Manusia hanya bisa berharap dan berencana. Namun tetap pada akhirnya, Allah lah sebaik-baiknya penyusun rencana. Kita bisa mematok target. Namun bila Allah berkehendak lain, apa daya kita?
Kita hanyalah seorang makhluk yang senantiasa berikhtiar. Meluruskan niat karenaNya, bermunajat berharap ridhoNya. Kita berdo'a semoga Allah senantiasa merahmati setiap langkah kaki kita. Menjadikan setiap aktivitas kita sebagai ibadah.
Ku rasa ada suatu hal yang benar-benar menjadi kuasa Allah. Ini soal cinta. Ku tak bercanda soal ini. Ini memang benar-benar membingungkan. Terkadang ku tak pahami bagaimana Allah menyusun rencanaNya tentang cinta.
Ku yang beberapa kali 'menargetkan' dan berharap bahwa fulanah, fulani, dan fulanu akan menjadi pendampingku. Jadi teman setia tuk sama-sama capai ridhoNya. Tapi apa daya ku hanya seorang makhluk yg hanya bisa berencana.
Kini ku yakini bahwa semuanya sudah Engkau atur, yaa Allah. Ku serahkan semuanya pada Engkau. Engkau lah Sang Maha Cinta, Maha Membolak-balikkan Hati.
Engkau lah Allah, tempat semua makhluk bergantung.
Rabu, 20 Desember 2017
Kekhawatiran
Ada sebuah kekhawatiran
Entah ini kekhawatiran yg berdasar atau tidak
Tiap langkah kaki ku tapaki
Tiap detik yg terus bergulir
Ku masih khawatir
Dan mungkin tetap begitu
Khawatir apa yang ku tuju dan ku harapkan tak tergapai
Yang ada hanya kesia-siaan dalam berupaya
Niat hati berjuang di jalanNya, berharap ridhoNya
Namun apa daya, ku tak cukup kuat tuk menggapainya
Hati ini takut akan kemunafikan
Hal yg selalu membayangi dikala ku berjuang
Syiarkan Islam, dakwah bi al-hikmah
Namun berujung ujub dan riya
Entah ini kekhawatiran yg berdasar atau tidak
Tiap langkah kaki ku tapaki
Tiap detik yg terus bergulir
Ku masih khawatir
Dan mungkin tetap begitu
Khawatir apa yang ku tuju dan ku harapkan tak tergapai
Yang ada hanya kesia-siaan dalam berupaya
Niat hati berjuang di jalanNya, berharap ridhoNya
Namun apa daya, ku tak cukup kuat tuk menggapainya
Hati ini takut akan kemunafikan
Hal yg selalu membayangi dikala ku berjuang
Syiarkan Islam, dakwah bi al-hikmah
Namun berujung ujub dan riya
Langganan:
Postingan (Atom)