Minggu, 06 Agustus 2017

Solusi Untuk #savealaqsa

#savealaqsa menjadi trending topic dunia sekarang. Alhamdulillah ummat ini masih merasa geram saat tempat sucinya hendak dibumihanguskan oleh zionis dan marah saat aktivitas peribadatan di Masjid Al-Aqsa dipersekusi. Alhamdulillah ghirah keislaman yang insyaAllah berasal dari dorongan aqidah masih tertanam dalam diri ummat.

Mari kita bernostalgia, mengenang beberapa penggalan kisah manis saat ummat ini dahulu (masih) bersatu.

Jangankan pembantaian jutaan ummat muslim minoritas di pelbagai belahan dunia, kehormatan seorang muslimah yang jadi bahan olokan tentara Romawi di Amuria (sekarang Turki) membuat ummat sangat marah sehingga mengerahkan tentara yang hulunya di Amuria dan memanjang hingga ekornya berada di Baghdad.

Sekarang melihat Al-Liwa dan Ar-Royah yang bertuliskan lafadz Tauhid, tak sedikit ummat yang merasa takut bahkan fobia. Menisbatkan bendera dan panji Rasulullah SAW dengan simbol terorisme dan radikalisme. Padahal dahulu bendera dan panji tersebutlah yang membuat Mushab bin Umair memegangnya hingga syahid di medang perang walaupun kehilangan tangan dan kaki.

Dan adakah kita lupa bagaimana kelembutan Salahudin Al-Ayyubi saat memfutuhat Baitul Maqdis, membiarkan orang-orang non-Islam untuk hidup damai di bawah naungan Islam padahal saat tentara Salibis menaklukkan Baitul Maqdis, mereka membuat ummat muslim seperti hewan qurban yang disembelih.

Sungguh kita merindu zaman keemasan peradaban agung ini. Berdiri selama 13 abad. Wilayah terbentang dari Andalusia (sekarang Spnyaol) hingga Nusantara. Menjadi pemimpin peradaban dan mensejahterakan seluruh masyarakat di dalamnya.

Saat ummat paham akan jatidirinya. Syariat menjadi standar baik-buruk dan benar-salah dalam bertindak. Ridho Allah satu-satunya tujuan hidup.

Saat belum terkukung sekat-sekat nasionalisme dan menjadikan agaman ini sebagai ukhuwah pemersatu, pelebur segala perbedaan. Namun tetap hidup rukun dan penuh toleran dengan ummat beragama lain.

Tak ada habisnya mengingat masa-masa dahulu. Dahulu sekali dan mungkin hanya segelintir orang yang (mau) mengingatnya. Namun itulah bukti saat agama ini diterapkan dengan sempurna dalam semua sendiri kehidupan, maka Allah senantiasa menurunkan berkah dari langit.

Jangankan membebaskan Al-Aqsha, peradaban besar seperti Persia dan Romawi pun mampu kita taklukkan. Dengan syarat, kita bersatu, menjadikan Islam sebagai inspirasi kehidupan, dan menerapkannya secara paripurna.

Wallahu'alam bishawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar