Minggu, 29 Oktober 2017

Pengemban Dakwah terus Bicara Nikah: Kemunduran Perjuangan Ummat

Dalam suatu kajian mengenai nidzhomul ijtima'i (sistem pergaulan dalam Islam), Ustadz Afa Silmi Hakim berkata bahwa para pengemban dakwah yang terus memikirkan tentang pernikahan, mengindikasikan kemerosotan berpikir dan kemunduran perjuangan dakwah. Saya paham maksud beliau. Bukan berarti menikah menghambat dakwah, bahkan rumah tangga yang samawa adalah gerbang awal generasi Islami dibangun dan menambah semangat dakwah berkat do'a suami/istri yang shalih/shalihah. Namun yang dimaksud dengan memikirkan pernikahan menyebabkan kemunduran umat adalah bahwa waktu produktif yang harusnya dihabiskan oleh pengemban dakwah untuk belajar, menambah tsaqofah Islam, berinteraksi dengan ummat dan mendakwahi ummat, dihabiskan dengan melakukan hal yang sia-sia: Terus mengkhayalkan pernikahan tanpa upaya memantaskan diri.

Menikah memang sebuah ibadah yang menyempurnakan agama. Menikah disunahkan oleh rasul SAW karena beberapa hikmah darinya seperti: lebih menjaga pandangan, hati, dan kemaluan; menjadi pintu rezeki terutama melalui anak-anak; menentramkan hati dan pikiran karena rasa sayang pada suami/istri yang dilandasi kecintaan pada Allah. Namun perlu diingat bahwa dalam pernikahan, kita memikul tanggung-jawab yang tak mudah terutama seorang suami yang bertanggung-jawab penuh atas nafkah lahir-batin sang istri, termasuk akhlak dan ketaatan pada Allah sang istri yang akan suami pertanggung-jawabkan di hadapan Allah kelak.

Tanggung-jawab yang berat dalam pernikahan membuat siapa pun yang hendak menikah senantiasa memantaskan diri untuk membangun keluarga samawa. Bagaimana bisa membangun keluarga samawa dengan kualitas keimanan yang masih rendah? Bagaimana mungkin menjadi imam yang baik bagi keluarga sedangkan bukan Allah lah yang paling kita cintai? Bagaimana menafkahi keluarga lahir-batin bila masih sering berleha-leha dan bermalas-malasan? Maka, sebelum kita berpikir "Gimana ya nanti nikah?" , "Kira2 siapa ya jodoh yang ditakdirkan Allah buat saya?" dan pertanyaan2 lain seputar pernikahan, alangkah lebih baik kita bertanya pada diri sendiri, "Seberapa dekatkah saya pada Allah?" , "Seberapa besarkan\h rasa cinta saya pada Allah?" , "Sudahkah saya taat dan patuh sepenuhnya pada aturan Allah?"

#Nikah #Menikah #Pernikahan #Islam #Pergaulan #PergaulanIslam #Dakwah #PengembanDakwah #Dai #UmmatIslam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar